Belahan Jiwa


*Puisi BJ Habibie untuk istri tercinta, Ainun

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. ..
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, …
dan kematian adalah sesuatu yang pasti …
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ….
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, ..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ….
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang …
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, ..
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, …
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini …
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, ..
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ..
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini …
Selamat jalan, ..
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, …
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada …
selamat jalan sayang, ..
cahaya mataku, penyejuk jiwaku, …
selamat jalan, …
calon bidadari surgaku …

– HABIBIE –

Sudah maksimalkah?


Adalah `Abdulloh al-`Azzam, seorang syaikh teladan dan anutan. Dihormati lagi disegani oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, “Ya syaikh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?”

Sang Syaikh pun membawa muridnya ke lapangan. Meminta semua muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid berbeda.

Satu putaran masih belum terasa. Putaran ke-2 berkurang tenaga. Kini mulai berguguran perlahan di putaran ke-3. Hingga tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga. Hingga akhirnya satu persatu merasa lelah, menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syaikh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan. Satu putaran masih berseri-seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang ke-4 Sang Syaikh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan. Tapi beliau tetap berusaha. Terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya, “Syaikh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”

“Muridku, inilah yang dinamakan titik mastatho’tum. Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Alloh sendiri yang menghentikan perjuangan kita,” jawab Sang Syaikh dengan mantap.

(dikutip dari status facebook teman)

————————————————————————————————————————–**

Atas niat-niat kebaikan yang telah kita azzamkan….iringkan ikhtiar terbaik kita, doa sepenuh hati, dan sebaik-baik prasangka  kita hingga Allah yang menghentikan perjuangan kita, memberikan takdir terbaik untuk kita 🙂

Yuk bersama kita berikhtiar, agar lebih ringan langkah kita 😉

there is a will, there is a way…but…


there is a will, there is a way

but….

you must remember that maybe it will not be an easy way 🙂

#pake senyum biar gak nampak berat-berat amat walaupun kenyataannya….insya Allah baik 🙂

 

Yupp….that’s right, you can wanna anything in this world, but just make sure that you can give everything of you to catch your dream. Itulah sebuah keinginan, yang mesti kau buktikan dengan usaha dan segenap hatimu. Karena usaha, doa, dan rintihan hatimulah yang menunjukkan seberapa arti keinginan itu dalam hidupmu…

jalan terjal

 

 

 

 

Duhai hati….


Aku berharap aku memiliki hati seindah berlian

yang tak kan tergores walaupun tajamnya pisau melukainya

yang mampu bertahan akan tempaan hidup

yang tetap kan berkilau memancarkan kebaikan

 

Duhai hati, sampai dimanakah dirimu sekarang?

Masihkah kau bertahan dalam beratnya tempaan tuk menjadi sebening berlian?

Ataukah kau sudah menyerah?

….

Ahh,,,,aku tau, kau jauh lebih kuat untuk menyerah

walaupun kau telah terseok, kau akan terus  berjuang

walaupun berpuluh-puluh kali kau terpikir tuk menyerah,

kau masih menyimpan harapan bahwa kelak kau akan mampu secantik berlian

 

Duhai hati….sungguh aku tau

kau adalah anugerah terindah dari Sang Maha Kuasa

kau yang membantuku di tempat persinggahanku kini

walau seringkali ku lalai menjagamu,

bahkan seringkali ku noktahkan hitam dimukamu

teruslah berharap bahwa kelak kau akan seindah berlian

yang tak lelah memancarkan kilau kebaikan

yang tetap kokoh walau berbagai luka menggoresnya

 

Ahh hati…aku tau kamu bisa

semoga semakin hari ku mampu menjagamu dengan perisai iman yang jauh lebih baik 🙂

berlian

 

 

Dua Kulah


“Tidak ada seorang pun yang selamat dari kesalahan, dan tidaklah sepatutnya (kita) melenyapkan kebaikan-kebaikan seseorang karena suatu kesalahan. Sebagaimana halnya air, apabila telah mencapai dua kulah, maka air itu tidaklah mengandung kotoran.” (ini lafazh riwayat hadits Ad Darimi, 737-738; ad Daruquthni, I21-22).

Kata-kata diatas saya dapatkan dari sebuah tulisan sesama alumni. Untuk saya yang sedang teringat akan banyaknya aib dan penyesalan akan kesalahan-kesalahan di masa lalu, kata-kata ini begitu menentramkan. Bukan untuk membenarkan kesalahan-kesalahan saya di masa lalu, namun memotivasi saya bahwa selama Allah masih memberi nafas dalam hidup saya, maka insya Allah saya masih berkesempatan untuk membayar kesalahan-kesalahan saya di masa lalu dengan kebaikan-kebaikan yang jauh lebih banyak. Ahh..kata-kata ini juga mengajarkan kita untuk membuang jauh-jauh kesombongan dan mendidik diri agar senantiasa rendah hati karena tak ada manusia yang sempurna, dibalik kesalahan yang terlihat oleh mata kita bisa jadi dia memiliki tabungan kebaikan yang jauh melampaui kita. Disinilah kita belajar untuk tawazun dalam bersikap…

wallahu’alam

 

Berbicara


Berbicara..

Mengungkapkan isi hati

Saling berusaha memahami maksud masing-masing

Jujur dengan keinginan

Membuang jauh ego dan gengsi

Menyatukan hati, lisan, dan tubuh tuk mengungkapkan maksud dengan utuh

Membuka hati memahami lawan bicara

Bersama berdiskusi mencari jalan terbaik

Untuk masa depan yang baik

——–

Ya Allah, lembutkan lisanku, kokohkan hujjahku,  kuatkan hatiku ‘gar ku mampu mengungkapkan maksudku

Semoga mereka pun mampu menerima maksudku dengan baik

Aamiin ya Rabb

Buya Hamka


Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil.

Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Kehidupan ini seumpama Bunga, maka Cinta adalah Madunya

Hidup ini bukanlah suatu Jalan yang Datar dan ditaburi Bunga,
Melainkan adakalanya disirami Air Mata dan juga Darah.

Supaya engkau beroleh sahabat, Hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang.

Cinta bukan mengajar kita Lemah, tetapi membangkitkan Kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita Menghinakan diri, tetapi menghembuskan Kegagahan.
Cinta bukan melemahkan Semangat, tetapi membangkitkan Semangat

Cinta itu adalah Perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri Manusia,
Ia laksana setitis Embun yang turun dari langit, bersih dan suci.
Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya.

Jika Cinta jatuh ke tanah yang Tandus,
Tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela.
Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang Subur,
Disana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia Kenal akan keindahan dan sanggup menyatakan keindahan itu kepada orang lain adalah bahagia
Sewaktu kecil anak-anak lelaki menjadi perhiasan mata karena lucunya, karena dia tumpuan harapan, maka setelah dia besar, dia menjadi kebanggaan karena kejayaan hidupnya Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil,senyum yang sebenarnya senyum,senyum yang tidak disertai apa-apa
Kegunaan harta tidak dimungkiri – Tetapi ingatlah yang lebih tinggi ialah cita- cita yang mulia Adil ialah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan berlaku zalim di atasnya
Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian Yang benar tetap benar, yang salah tetap salah.
Kaya dan miskin di hadapan keadilan adalah sama Berkisar dan berpaling dari keadilan kerana dorongan hawa nafsu hanyalah mempersulitkan diri sendiri

Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras
Hawa nafsu membawa kesesatan dan tidak berpedoman dan akal menjadi pedoman menuju keutamaan.
Hawa nafsu menyuruh mengelamun, berangan- angan, tetapi akal menyuruh menimbang
Tidak semua orang yang menolak kebenaran itu tidak tahu bahwa yang ditolakkanya itu benar
Tiga rukun yang benar dan perlu dalam mencapai utama yaitu dengan tabiat, dengan pengalaman dan dengan pelajaran.
Adapun musuh yang sentiasa menghalangi manusia mencapai keutamaan yalah hawa – nafsu yang menyebabkan marah dan dengki.

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak

mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

-Buya Hamka-

Luar biasa


#edisi Hafiz Indonesia

Entah kenapa menonton tiap episode ini selalu membawa keharuan dan semangat tersendiri. Ketulusan dan keikhlasan para orangtua dalam mendidik anak-anaknya menjadi energi tersendiri yang mampu mencetak generasi muda yang luar biasa. Mereka sungguh luar biasa, mendidik anak-anak mereka dengan Al-Qur’an.

Di sisi lain, anak-anak itu membuktikan bahwa disini, di negeri ini, tiap anak yang lahir sungguhlah luar biasa. Tak ada anak yang bodoh, tak ada anak yang terbelakang,  karena semua anak adalah permata 🙂

anak