Sepucuk surat untuk mutarabbi


Teman,

Allah menciptakan manusia untuk terus berjuang..

Dan bukanlah suatu perjuangan ketika ia terasa ringan.

Ketika kita merasa sendiri,

percayalah, bahwa di atas langit masih ada langit.

Bahwa segala beban yang kita rasakan,

bukanlah yang terberat diantara beban-beban lainnya.

Karena kita tak pernah tau,

seberat apa beban yang dirasa saudara-saudara kita.

Kita bukanlah orang yang paling sibuk,

bukan orang yang paling menderita,

dan kita bukan orang yang paling berjasa.

Ada banyak pejuang-pejuang lain disana,

dengan beban yang sama,

atau mungkin jauh lebih berat dari yang kita rasakan..

Hanya saja, mereka berjuang di tempat yang berbeda..

Dan ukhuwahlah yang akan meringankan semuanya.

Maka, ketika keluhan-keluhan terasa sangat dekat dengan mulut ini,

telanlah ia kembali…

Bukankah dengan syukur Allah akan menambah nikmat-Nya?

Ketika kita merasa lelah,

jangan pernah berhenti…

Ketika lelah berlari, cobalah berjalan.

Ketika lelah berjalan, cobalah merangkak.

Namun jangan pernah berhenti.

Karena kita tak kan pernah tau batas umur kita.

Dan orang-orang yang syahid,

adalah mereka yang maut menjemput saat mereka berlari..

Berlari di medan perang, berlari dalam perjuangan..

Apa yang mampu kita katakan pada hari hisab nanti,

apabila malaikat Izrail menghampiri saat kita berhenti?

Husnul khatimahkah kita? Allah a’lam..

Ketika kita merasa kecewa,

jangan sampai kekecewaan itu membutakan kita…

Karena kita bukanlah manusia terbaik di antara semua.

Dan sesungguhnya, kecewa itu tak akan pernah ada,

ketika kita hanya bersandar pada Allah semata.

Ataukah kita sudah berbelok, berharap sesuatu pada manusia?

Teman,

tetaplah berjuang untuk Allah,

Tetaplah berjuang di jalan da’wah.

Karena ada ataupun tiadanya kita di jalan ini,

Islam akan tetap tegak…

Allah tidak membutuhkan apapun dari diri kita

Kitalah yang membutuhkan-Nya.

Kita yang membutuhkan da’wah di jalan-Nya.

Karena da’wah adalah pengorbanan…

Dan insan yang berkorban, hanyalah insan-insan yang berani.

Dan percayalah, saat kita istiqamah berada disini,

kita akan menyadari, betapa indahnya jalan ini…

[Surat seorang murabbiah kepada mutarabbinya]

 

 

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s