cerita cinta tentang TA [bagian-2]


*Melangkahlah walau hanya setapak*

Kemarin ceritanya sudah sampai kumpul kelompok kan ya? Nah, perlu kalian tahu bahwa kelompok TA kami memiliki tiga orang anggota termasuk saya. Kami punya grup fb yang namanya ‘Grup Keren buat TA’, grup yang menjadi sarana komunikasi tambahan buat kami.

Langsung pada inti cerita kali ini..

Tepat tanggal 16 Desember 2011 lalu, kami mengumpulkan dokumen B300 layaknya teman-teman yang lain (ini juga hasil kebut-kebutan ma proyek-proyek kuliah lainnya..yang akhirnya dimenangkan oleh Ferrari..*ealah). Waktu itu didalam hati sudah berpikir cukup sudah kebut-kebutan kali ini yang berakibat banyak yang gak optimal, habis ini fokus TA! Liburan ngerjain TA pokoknya!

“Guys, liburan dikerjain tugas masing-masing dulu ya. Ntar progress report via FB aja”, ujarku penuh semangat 45.

“Yakin? Liburan ngerjain”, tanya seorang teman

“Hmm..dicoba lah ya”, jawabku dengan yakin.

“Oke”

Minggu pertama liburan : Fokus ngerjain amanah yang lain dulu lah ya

Minggu kedua liburan : Saatnya birrul walidain, lupakan TA dulu

dst..

Hingga akhirnya, ketika semester ganjil 2012 dimulai.. Gak ada Progress TA euy!!
*harusnya ini udah bisa diprediksi dari awal..hehe

Kemarin udah cerita juga kan kalo setelah susah payah mengumpulkan semangat TA, kami bertiga kumpul kelompok?
Nah, apa yang terjadi pada kumpul kelompok itu?

Sama-sama bingung!
Ya, kami bingung mesti memulai lagi TA ini darimana. Sementara progress selama liburan tidak ada. Akhirnya seorang teman mengusulkan..

“Kita mesti ketemu dulu dengan pembimbing”

“Tapi kita gak punya progress, padahal bapaknya udah baik banget ma kita. Gimana dong?”, ungkapku dengan nada khawatir dan takut

“Udahlah, kalo dimarahin juga gak papa. Lha emang kita yang salah”

“Hmm..boleh deh, itung-itung belajar ditolak perusahaan, tapi kamu yang hubungi ya, amal takut euy plus gak enak”, jawabku

padahal biasanya saya yang selalu menghubungi pembimbing, kek humas gitu lah. Tapi kali ini merasa benar-benar takut karena tak ada progress, gak enak karena mungkin akan mengecewakan pembimbing kami yang udah baik banget itu 😦

*******************

Beberapa hari kemudian, ada sms masuk..

‘temen-temen, jam 3 ya udah ditungguin pembimbing’

deg,,
akhirnya tiba saatnya menghadapi kenyataan

beberapa jam sebelum pertemuan..

‘ada yang mesti dibawa gak buat ketemu pembimbing? gak pengen bawa apa-apa euy’ tanyaku via sms

Gak pengen bawa apa-apa karena tugas terakhir yang bikin hardware power supply belum bener 100%.. Waaa parah nian ini

‘mau bawa apa ya?’ balas seorang

‘bawa makanan aja deh’

mungkin ntar bisa dibuat nyemil pas bimbingan atau jadi bingkisan setidaknya mengurangi rasa gak enak ke pembimbing

******************

Tibalah jam pertemuan dengan pembimbing..

‘Dimana mal?’

‘Dilantai 1 deket lift’

Seebelumnya sudah berpikir ‘ada alasan syar’i yang bisa bikin kabur gak ya? hmm..’

‘Oke tungguin’

Akhirnya lengkap lah team TA kami.

“takut euy, gimana ya ntar bimbingan?”, tanyaku agak cemas

“Lebih parah kalo kita gak datang-datang”

“kalo gitu kamu yang masuk duluan ya”, ujarku

“Sip, ntar gue dibelakang lo”, ujar seorang teman pula

“Oke, amal paling belakang kalo gitu, hehe”, ujarku tak bertanggungjawab plus nyengir kuda.

Akhirnya perdebatan siapa yang masuk duluan selesai sudah..

Tap..Tap..Tap..langkah menuju ruang bimbingan pun terdengar..

“Assalamu’alaykum, sore pak”, ujar kita serempak sambil cengar-cengir menutupi dosa telah menghilang sebulan
*emang masih bocah-bocah kitanya, hehe

Dimulailah bimbingan kami yang tampaknya akan panjang itu.

Apa hasil bimbingan kami? Apa dimarahi?

Bapaknya gak marah kok..beliau menghadapi kami dengan lazimnya beliau menghadapi kami beberapa waktu lalu..
Dan parahnya setelah sebulan gak ngerjain TA, otak pun ikutan membeku, ampe ngitung BJT pun lupa (kalo yang ini udah lama lupanya kekya..).
Tapi, tahu gak?
Dulu kan udah pernah cerita ya kalo kami bingung mau mulai lagi TA ini darimana? Nah, keluar dari ruangan bimbingan, saya pribadi merasa tercerahkan dan merasa siap untuk bertempur kembali!
Alhamdulillah 🙂

******************

Apa hikmah dari cerita kali ini?

Seperti yang sudah ditulis diawal cerita ini..

Teruslah melangkah walau hanya setapak

Jangan pernah takut untuk melangkah karena kita takut akan begini dan begitu..
Melangkahlah..walau hanya setapak..
Karena ketakutan-ketakutan itu hanya ada dalam bayangan kita, kita tak akan tahu kita akan gagal atau tidak jika kita tak melangkah untuk mencobanya..
Segala sesuatunya tak akan selesai jika kita selalu dibayangi keraguan dan ketakutan atas sesuatu yang belum tentu terjadi..

Maka melangkahlah kawan..
Melangkahlah bersama dengan kawan-kawanmu..
Agar langkah kita makin ringan..

Jika memang kau menemui kegagalan, bangkitlah karena kau hanya akan sampai finish jika dan hanya jika kau terus melangkah..

tak hanya TA, tapi untuk semua dalam hidup ini..walaupun pelan dan lambat..teruslah melangkah..

dan yang terpenting teruslah melangkah untuk mendekat kepada Allah SWT, Sang Pencipta kita..

Dari Abu Hurairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw. : Allah berfirman : “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku; jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan darinya (amal-amalnya); dan jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku sehasta, maka aku akan mendekatkannya kepada-ku sedepa; dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan berlari. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s